Rabu, 31 Desember 2014

The Fault in Our Stars

     Film bergenre Romance ini mengisahkan seorang gadis menderita kanker paru-paru ,  beserta lingkungan pergaulannya sehari-hari, Hazel Grace , itulah nama gadis tersebut , ia dilahirkan normal seperti anak-anak normal lainnya , namun setelah ia beranjak remaja tepatnya saat  pertama kali ia mengalami menstruasi pertamanya di usia 13 tahun , ia divonis mengidap kanker paru -paru , saat itu ayah dan ibu Hazel Grace yaitu nyonya dan tuan Grace , membawa putrinya ke rumah sakit , setelah mengalami beberapa waktu perawatan , munculah suatu upaya dari dokter di rumah sakit tersebut menggunakan Phalanxifor yaitu solusi untuk membantu Hazel tetap bernafas .
      Alat pembantu bernafas tersebut berupa suatu tabung oksigen yang memiliki tinggi kira-kira dari ujung kaki hingga lutut Hazel, dengan bantuan roda dan gagang penarik layaknya koper , hingga  kemanapun Hazel pergi ia akan membawa alat tersebut dengan selang di lubang hidungnya yang menghubungkan antara paru-parunya dan tabung oksigen tersebut, singkat cerita Hazel putus dari sekolah , karena perbedaan kemampuan fisik dengan teman-temannya yang normal , di umurnya yang 16 tahun kegiatan Hazel hanyalah melakukan aktifitas ringan seperti menonton acara tv kesayangannya bersama kedua orang tuanya, lalu orang tuanya memutuskan agar Hazel mengikuti komunitas pendukung , yang anggotanya terdiri dari para pemuda penderita kanker yang diberi motifasi dan mendekatkan diri kerohanian.
      Hal itu membuat Hazel agak terusik dan tidak menyukai kegiatan tersebut , Karena Hazel berpikir bahwa , setiap orang melingkar di atas lingkaran karpet dan menceritakan kehidupannya masing-masing terhadap penyakitnya dan akan berujung pada kematian , adalah seakan ia berlomba untuk bertahan hidup dan dikasihani , itu membuatnya kurang berminat dalam kegiatan komunitas pendukung tersebut, Lalu suatu hari ia bertemu dengan seorang pemuda yang berumur diatasnya  1 tahun , ia bernama August Waters , mantan pemain basket di universitas, memiliki fisik tegap dan berbentuk , hobi bermain video game membaca novel tentang peperangan yang penuh aksi , ia harus meninggalkan prestasinya bermain basket di Universitasnya karena harus meng-amputansi kaki kirinya dari kanker.
      Hazel memiliki 1 hobi yaitu membaca novel yang sama , ia hanya memiliki 1 novel , yang telah ia anggap sebagai teman hidupnya seperti tabung oksigennya , bahkan ia menganggapnya melebihi alkitab , novel tersebut berjudul "Kemalangan Luar Biasa" , yang menceritakan gadis Belanda yang mengalami nasib serupa pula dengan dirinya , dan ini membuatnya bisa berteman dengan August Warters dengan cara bertukar novel yang mereka sukai , August menukarnya dengan novel "Ganjaran Fajar" , yang menceritakan tentang peperangan , namun akhirnya mereka memutuskan untuk memecahkan misteri di balik novel milik Hazel yang tamat di tengah buku dan tak ada kelanjutannya .    Bahkan hal ini mengantarkan mereka berdua dari Amerika ke Belanda untuk mengunjungi dan mendengar kelanjutannya dari sang penulis Van Houten , selama mereka berhubungan hingga mereka berdua terikat dalam asmara dan menjadi sepasang insan yang saling mencintai , selama hidup di Belanda sambutan manis diberikan oleh asisten sang penulis , namun sang penulis justru pemabuk dan membuat kedatangan mereka kecewa , hingga mereka pulang dengan menghapus rasa kecewanya dengan menikmati bercinta di negeri Belanda ,
      Setelah sampai di Amerika hubungan mereka tetap berlangsung dan penuh cerita , hingga sesuatu yang disembunyikan August muncul , ia masih memiliki ketergantungan hidup dengan alat yang terkandung dala perutnya , membuatnya memiliki umur yang singkat itu menjadi pukulan keras bagi Hazel dan sahabatnya August yang bernama Isaac , Isaac memiliki penyakit kanker mata , dan diamputansi matanya membuatnya buta , dan ditinggalkan kekasihnya , selama ia mengalami kebutaan dan depresi August dan Hazel menyemangatinya dan membuat hidupnya serasa utuh kembali , bahkan August menyuruh Isaac meluapkan amarahnya dengan menghancurkan piala-piala basket miliknya .
       Hingga di hari kematiannya , dan di acara pemakamannya , ternyata Van Houten penulis yang menjengkelkan bagi Hazel dan August , ia datang untuk berduka-cita untuk August , ternyata August berpesan dan memaksa agar ia bisa menuliskan cerita kelanjutan untuk melanjuti novel yang belum usai oleh Van Houten , yang ternyata fiksi karangan itu adalah kisah yang ia harapkan untuk putrinya yang telah meninggal karena kanker di umur 8 tahun , ia membuat putrinya hidup di dalam novel , dan di dalam coretan cerita yang ditulis oleh  August menyimpan banyak kesan bagi Hazel yang ditinggalnya pergi untuk selamanya.
      Setelah itu Hazel hidup menanti kanker membunuhnya dengan menikmati kenangan yang ia rasa seperti selamanya bersama August , dengan membentangkan diri di halaman rumahnya sambil melihat bintang-bintang , mencari dan menyadari arti "Ketidaksempurnaan Bintang-bintang kita" , yang dimaksudkan untuk hubungan mereka , sesama penderita kanker yang sependapat bahwa mereka hidup bukan untuk dikasihani , tapi mereka ingin dikenal sebagai orang baik oleh orang banyak.

ini merupakan Film yang diangkat dari sebuah  novel karya Jhon Green.



Tanggapan : menurut saya film ini memiliki nilai sosial yang kuat , salah satunya yaitu yang ditunjukan oleh August ia rela membahagiakan temannya , peduli dengan lingkungan sekitar , dan bahkan ia tidak ingin terlihat bahwa ia akan merepotkan orang disekitarnya , hal itu seolah menunjukan dirinya lebih dari orang yang mengidap penyakit mematikan , dan mengajarkan moral yang baik , dan membuat kita untuk membuka mata akan dunia sekitar , dan lingkungan orang yang tak seberuntung kita ternyata mampu melakukan hal di luar kepedulian kita sebelumnya.




Muhammad Fikri Akbar
1ic06